“UPAYA PETANI KARET UNTUK MENINGKATKAN PENGHASILANNYA” Kali ini saya akan mengangkat materi tentang upaya petani karet untuk meningkatkan penghasilannya yang telah saya teliti langsung ke lapangan ada sebuah desa yang bernama Desa Sungai Enau disana itu, mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah petani karet yang setiap harinya itu, harus bangun awal yaitu; waktu subuh alasannya karena waktu subuh itu, pohon Karet akan mengeluarkan banyak getah sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar selain itu, upaya petani karet juga melakukan pengobatan yang dilakukan tiga bulan sekali hal ini sebenarnya akan mengakibatkan pohon karet cepat layu/mati, para petani karet tidak menhiraukan hal itu yang difikirkan adalah penghasilannya bisa meningkat walaupun ada efek yang sangat besar terhadap pohon karetnya. Akibat keseringan melakukan pengobatan pohon karet akan cepat mati karena keluarnya getah tidak stabil. Petani karet melakukan pengobatan karet karena, ingin meningkatkan penghasilannya karena, dengan pengobatan seperti itu, pohon karet akan lebih banyak mengeluarkan getah. Selain itu, ada juga alasan yang sangat kuat bagi para petani dalam melakukan hal itu, petani karet melakukan pengobatan itu karena, penghasilannya tidak sebanding dengan pengeluarannya. Dalam satu harinya petani karet rata-rata hanya mendapatkan penghasilan Rp.10,000-Rp.150,000 sedangkan pengeluaran dalam satu harinya bisa mencapai Rp.50,000 apalagi yang banyak anak pengeluarannya bisa lebih dari Rp.50,000 karena semakin banyak anak yang dimiliki akan semakin banyak pula pengeluaran dalam kebutuhan keluarga. Berikut ini akan diuraikan beberapa hal, tentang upaya petani karet untuk meningkatkan penghasilannya.
1. Bekerja Dengan Rajin Tidak Mengenal Cuaca Hujan. Dapat kita kaji bahwa semangat dan perjuangan para petani karet begitu besar sehingga tidak mengenal rasa lelah dan dalam cuaca hujan pun masih bekerja karena ada yang berprinsip seperti ini “yang penting tidak hujan diwaktu bekerja saja”. semangat petani karet dalam bekerja.
2. Nore/Bekerja Dengan Baik Tidak Sembrono Terus timbul pertanyaan kenapa petani karet harus bekerja dengan baik dan tidak sembrono ? maksud hal ini petani harus bekerja dengan baik tidak sembrono agar kebun/pohon karet tersebut tidak cepat mati jadi, petani karet harus hati-hati dalam bekerja nore jangan sampai kena kepada tulang pohon karet.
3. Menambah Penanaman Pohon Karet Bagi Yang Mempunyai Lahan Lebih Bagi petani karet yang mempunyai lahan lebih/luas yang masih kosong maka itu harus ditambah atau ditanami pohon karet untuk memperbanyak kebunnya karena semakin banyak kebun yang dimlliki maka akan semakin banyak juga penghasilannya. Hal itu dilakukan bagi yang mempunyai lahan luas sedangkan bagi petani yang henya mempunyai lahan pas-pasan ada juga yang tidak mempunyai lahan sama sekali terpaksa harus bekerja/mengambil bagian bagi yang mempunyai lahan luas dan ada juga yang harus bekerja keluar daerah seperti, bekerja bangunan yang hasilnya cukup untuk ongkos pulang pergi.
4.:Tidak Merusak Barang Agar Harga Karet Tetap Mahal Dan Agar Penghasilannya Tetap Meningkat Dan juga para petani karet harus menjaga harga karet jangan sampai harga karet menurun hal ini dilakukan dengan cara petani karet agar tetap selalu menjaga kualitas karetnya jangan sampai ada kecurangan dalam barang yang akan dijual, jangan sampai didalam karet itu tercampur dengan batu, pasir, kayu, dll. Jika hal itu terjadi maka akan dapat merugikan.
Sebenarnya sampai saat ini belum ditemukan upaya yang pas bagi petani karet untuk meningkatkan penghasilannya apalagi yang terjadi pada akhir-akhir ini hanya penurunan harga karet yang sering terjadi mulai dari harga Rp.6,000 menurun menjadi Rp.5,000 per kg itu harga karet yang sangat bagus harga segitu sudah sangat tinggi bagi si pembeli karet.
Menurut pendapat dari salah satu pembeli karet yang bernama "ANIT" berpendapat bahwa penyebab turunnya harga karet biasanya keseringan dipihak Perusahaan karet itu, banyak proposal pengajuan dana dari berbagai organisasi/kegiatan yang dilakukan oleh pemuda/masyarakat. Hal itu, menjadi penyebab turunnya harga karet karena beban di perusahaan bertambah. "ANIT" berpendapat seperti itu karena dari pihak perusahaan/gudang karet menyampaikan sedemikian. Kalau alasan ini sangat terpengaruh dengan naik/turunnya harga karet berarti setiap ada kegiatan perlu dipertimbangkan oleh pihak-pihak tertentu/pemerintah untuk memberikan pendanaan khusus..
Hal ini diketahui setelah penulis meneliti/bertemu langsung dengan pihak-pihak yang terlibat.
Upaya yang di uraikan di atas itu dilakukan hanya upaya yang bisa dilakukan warga saja sedangkan upaya-upaya yang lain warga masih belum mampu untuk mengembangkan mulai dari faktor SDM dan faktor ekonomi yang masih rendah.
Rokib,Muhammad,2017,Metode Penelitian sosial, Pontianak,fisip Universitas Tanjungpura,.
0 Comments